Remahan.com

Alumni ITB Minta Ekosistem Teknopreneur Digalakkan, jangan Hanya Jargon Kosong

REMAHAN.com - Pengambil keputusan di negeri ini harus segera memberikan dukungan maksimal pada perkembangan sektor teknologi yang diarahkan pada tujuan yang aplikatif secara bisnis.

Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Ridwan Djamaluddin saat membuka acara Indonesianisme Summit Untuk Ekosistem Teknopreneur di Jakarta Convention Center, Selasa (13/8/2019).

Ridwan menyebut, technopreneurship harus lebih digalakkan pada mahasiswa di perguruan-perguruan tinggi berbasis teknologi.

“Kita sadar, bahwa seolah-olah banyak negara maju tapi sebenarnya yang paling dapat manfaat besar adalah negara yang industrinya maju. Tanpa harus melihat jauh-jauh kita bisa melihat tetangga-tetangga kita seperti, Tiongkok, India, Korea, Singapura dan semua negara yang industrinya maju,” kata Ridwan.

Baca: Realisasi Investasi di Pekanbaru Meningkat 285 persen

"Kalangan teknokrat dan praktisi sudah saatnya berpikir lebih agresif tentang bagaimana menjadikan pengusaha mampu memanfaatkan teknologi untuk mengerjakan sesuatu yang baru atau menemukan teknologi tepat-guna sebagai basis untuk mengembangkan usahanya." ujarnya.

Terang dia, technopreneurship atau bisnis berbasis teknologi perlu dibudayakan agar Indonesia bisa memetik manfaat ekonomi dari perkembangan zaman dan mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain. Tidak perlu malu lagi untuk memanfaatkan teknologi bagi tujuan-tujuan komersial.

“Upaya untuk menumbuhkan ekosistem teknopreneur juga harus digalakkan, karena komersialisasi teknologi akan segera menjadi kebutuhan,” kata Ridwan.

“Saya ingin mengajak semua kalangan berpikir serius, sejenak saja. Bangsa ini punya banyak potensi: sumber daya alam berlimpah, sumber daya manusia juga sangat mumpuni. Sekarang saatnya kita melangkah, memanfaatkan teknologi untuk kepentingan-kepentingan bisnis dan komersial, dan tidak lagi malu-malu untuk mengomersialkan teknologi.”

Baca: Meski Pandemi, GAPKI Optimis Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik

Menurut Ridwan, sekaranglah saatnya Indonesia memberdayakan teknologi untuk menjadikan semua aset berdaya secara masif. Semua kalangan bisa dan harus memanfaatkan teknologi. Jika tidak, ratusan juta jiwa penduduk Indonesia akan terus jadi penonton yang menyaksikan semua potensi dan kekayaannya dimanfaatkan dan dipanen oleh asing.

“Ini tidak main-main. Sekarang saatnya untuk mulai dan bangkit secara lebih serius. Ini bukan jargon-jargon kosong yang hanya pantas untuk diteriakkan. Kita harus berbuat. Karya di atas kata-kata,” kata Ridwan.

“Supaya hasilnya benar-benar optimal dan bermanfaat. Supaya asing tidak lagi bisa menguasai kita. Kita punya potensi, kita memanfaatkan dengan teknologi.” Rm

95 0

Artikel Terkait

MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia
MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia

Ekonomi

MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia

Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?
Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?

Ekonomi

Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?

PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional
PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional

Ekonomi

PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional

Artikel Lainnya

Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR
Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR

Ekonomi

Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR

Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam
Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam

Ekonomi

Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam

Pandi Optimis Penggunaan Domain .Id Tertinggi di Asia Tenggara
Pandi Optimis Penggunaan Domain .Id Tertinggi di Asia Tenggara

Ekonomi

Pandi Optimis Penggunaan Domain .Id Tertinggi di Asia Tenggara

Komentar