Remahan.com

Asita Minta Solusi Menpar Baru Terkait Harga Tiket Mahal

REMAHAN.com - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, menekan regulator dan maskapai penerbangan untuk bisa mencari solusi soal tingginya harga tiket pesawat. Jika hal itu terjadi maka diharapkan bisa menaikkan jumlah wisatawan dalam negeri.

Wakil Ketua Umum DPP Asita, Budijanto Ardiansjah, mengatakan jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang mengunjungi lokasi pariwisata dalam negeri akan terus menurun jika masalah mahalnya tiket pesawat belum juga teratasi. Mereka, kata dia, akan lebih memilih melancong ke luar negeri lantaran harga tiket yang ditawarkan justru jauh lebih murah.

"Selama harga masih tinggi, jumlah wisatawan domestik tidak naik. Jumlah orang yang berkunjung ke tempat wisata di dalam negeri akan berkurang," ujar Budijanto, Sabtu (26/10).

Budijanto seperti dimuat CNNIndonesia.com menilai, komunikasi lintas sektoral perlu lebih ditingkatkan dari sebelumnya. Sebab, regulator industri penerbangan dipegang oleh Kementerian Perhubungan.

Baca: Realisasi Investasi di Pekanbaru Meningkat 285 persen

Budijanto menyarankan pemerintah bisa memberikan subsidi kepada maskapai penerbangan agar bisa menjual harga tiket lebih murah di masa mendatang. Dengan demikian, perusahaan penerbangan tidak rugi kalau memang harus menurunkan harga.

"Jadi harga yang diberikan sesuai dengan kemampuan masyarakat. Operator tidak rugi. Tanpa ini susah memajukan industri pariwisata," ucap Budijanto.

Harga tiket pesawat melonjak pada akhir 2018 hingga awal 2019. Kemudian, pemerintah menurunkan tarif batas atas (TBA) pada Mei 2019 agar operator bisa menurunkan harga tiket.

Tak sampai di situ, pemerintah menerbitkan kebijakan agar maskapai berbiaya murah memberikan diskon hingga 50 persen dari TBA untuk jadwal penerbangan domestik. Diskon ini khususnya dilakukan pada Selasa, Kamis, dan Sabtu atau periode 'happy hour' pukul 10.00-14.00 waktu setempat.

Baca: Meski Pandemi, GAPKI Optimis Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik

Hanya saja, Budijanto merasa seluruh upaya yang dilakukan belum berhasil. Ia menganggap tiket pesawat masih jadi momok bagi industri pariwisata.

"Belum terasa, makanya harus ada upaya lagi," imbuhnya.

Padahal pemerintah telah menetapkan lima daerah tujuan wisata dalam negeri super prioritas yang akan dikembangkan hingga tahun depan. Destinasi yang dimaksud, antara lain Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (Nusa Tenggara Timur), dan Likupang (Sulawesi Utara). Rm

111 0

Artikel Terkait

MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia
MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia

Ekonomi

MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia

Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?
Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?

Ekonomi

Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?

PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional
PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional

Ekonomi

PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional

Artikel Lainnya

Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR
Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR

Ekonomi

Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR

Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam
Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam

Ekonomi

Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam

Pandi Optimis Penggunaan Domain .Id Tertinggi di Asia Tenggara
Pandi Optimis Penggunaan Domain .Id Tertinggi di Asia Tenggara

Ekonomi

Pandi Optimis Penggunaan Domain .Id Tertinggi di Asia Tenggara

Komentar