Remahan.com

Dulu Sama-sama Susah, Mengapa saat Ini Korsel jauh Tinggalkan Indonesia?

REMAHAN.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Bambang Brodjonegoro menjadi salah satu pembicara dalam Kongres ke-5 Diaspora Indonesia, Sabtu (10/7/2019).

Di depan ratusan Diaspora Indonesia, ia menceritakan bagaimana sejarah Indonesia dan Korea Selatan yang dulu bersama-sama keluar dari jerat kemiskinan untuk menjadi sebuah negara maju, dengan masuk jajaran negara dengan ekonomi berpendapatan tingggi.

"Ibarat balapan, kita sama-sama start susah, sama-sama miskin. Tapi Korea sejak 1990 sudah masuk jadi high income country," kata Bambang, Jakarta, Sabtu (10/9/2019).

Catatan Bank Dunia, posisi Indonesia untuk gross national income (GNI) per capita masih US$ 3.840 per tahun. Bila mengacu dalam kategori Bank Dunia, Indonesia masih masih di level lower-middle income antara US$ 996-3.895, sedangkan upper-middle income dalam rentang US$ 3,896 - 12,055, dan high income di atas US$ 12,055 per kapita per tahun.

Baca: UMKM yang Terdata di Pekanbaru Sebanyak 15.126

Indonesia, kata Bambang yang dimuat CNBCIndonesia, memang memiliki 'senjata' khusus untuk menjadi sebuah negara maju, seperti kekayaan sumber daya alam. Komoditas yang lahir dari perut bumi ini yang selama ini menopang perekonomian.

Sementara itu, Korea Selatan kala itu sama sekali tidak memiliki senjata khusus. Namun, negeri Gingseng itu justru mampu menciptakan senjata khusus yang bisa meningkatkan kondisi perekonomian hingga saat ini.

"Korea (selatan) awalnya tidak punya muscle, tapi dia ciptakan muscle dari human capital. Korea muncul di HP kalian, di televisi, di rumah, di lemari es. Samsung itu sekarang pemain utama dunia," jelasnya.

"Human capital dari berbagai segi kita masih left behind. Bahkan jika dibandingkan negara tetangga, even Southest Asia kita masih kalah," tegasnya.

Baca: Realisasi Investasi di Pekanbaru Meningkat 285 persen

Bambang menegaskan, Indonesia memiliki visi dan misi untuk menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada 2045 mendatang.

Namun, eks Menteri Keuangan itu menyebut ada satu hal utama yang bisa mengganggu rencana tersebut. Rm

135 0

Artikel Terkait

Meski Pandemi, GAPKI Optimis Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik
Meski Pandemi, GAPKI Optimis Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik

Ekonomi

Meski Pandemi, GAPKI Optimis Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik

MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia
MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia

Ekonomi

MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia

Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?
Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?

Ekonomi

Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?

Artikel Lainnya

PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional
PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional

Ekonomi

PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional

Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR
Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR

Ekonomi

Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR

Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam
Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam

Ekonomi

Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam

Komentar