Remahan.com

Chappy: Tiket Pesawat Memang Seharusnya Mahal

REMAHAN.com - Dengan beragam fasilitas yang disuguhkan, mahalnya moda transportasi udara, pesawat kata pengamat penerbangan ini seharusnya tak menjadi polemik berkepanjangan. Terlebih jika moda tersebut dibandingkan dengan transportasi jenis lain.

"Kalau angkutan darat dan laut dibandingkan dengan udara, maka transportasi udara lebih mahal. Enggak bisa murah," kata Chappy Hakim di Jakarta Pusat, Jumat (9/8).

Sebagai sebuah sistem transportasi yang terpadu dan kecepatan yang diberikan, kata dia, maka tiket pesawat mahal bukan lagi menjadi persoalan.

Namun demikian, yang menjadi persoalan saat ini bukan karena tingginya harga tiket, melainkan waktu kenaikan tarif yang terkesan tiba-tiba d tengah masyarakat yang sudah terbiasa dengan harga tiket murah.

Ditambah, lagi menurutnya seperti dimuat Rmol.id, maskapai yang menjual tiket melewati tantangan strategi marketing menghadapi low season maupun peak season.

Baca: UMKM yang Terdata di Pekanbaru Sebanyak 15.126

"Itu menyebabkan berkembangnya orang menjual dengan model macam-macam. Kalau kita beli tiket untuk tahun depan mungkin harganya murah sekali, tetapi pada saat kita tidak berangkat ya hangus," tuturnya.

Soal perbandingan harga tiket domestik yang lebih mahal dibanding rute luar negeri diakui lantaran persoalan strategi marketing.

"Misal beli Jakarta-Kuala Lumpur murah sekali, kenapa? Karena Jakarta-Kuala Lumpur secara keseluruhan dia harus mengisi kursi yang penuh dan tidak penuh sampai Kuala Lumpur, dia jual lah kursi yang kosong itu (harga) murah," jelasnya.

Soal lain adalah nilai tkar rupiah yang melemah. Dalam hal penerbangan, kata dia, mayoritas bertransaksi dengan menggunakan dolar AS. Sedangkan pendapatan di domestik menggunakan rupiah.

Oleh karenanya, pada saat avtur dan cost dolar naik menyebabkan tarif tiket pesawat turut naik.

Baca: Realisasi Investasi di Pekanbaru Meningkat 285 persen

"Celakanya naiknya itu persis pada saat akan menaikkan tarif menjelang hari raya karena demand-nya tinggi, saat sudah akan naik itu didorong lagi dengan avtur yang naik dan cost dolar yang lain, jadi naiknya lebih tinggi lagi," paparnya.

Kenaikan tersebut belum berbicara mengenai asuransi, maintenance, sumber daya manusia (SDM), pajak hingga jasa pelayanan baik jasa pelayanan airport, service penerbangan, dan lainnya yang rata-rata menggunakan cost di dolar AS.

"Operating cost dana dolar AS dan pendapatan dalam rupiah itu menyebabkan jaraknya jadi jauh sekali. Jadi intinya harga tiket pesawat itu memang mahal dibandingkan moda transportasi lain," pungkasnya. Rm

97 0

Artikel Terkait

Meski Pandemi, GAPKI Optimis Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik
Meski Pandemi, GAPKI Optimis Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik

Ekonomi

Meski Pandemi, GAPKI Optimis Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik

MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia
MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia

Ekonomi

MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia

Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?
Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?

Ekonomi

Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?

Artikel Lainnya

PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional
PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional

Ekonomi

PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional

Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR
Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR

Ekonomi

Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR

Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam
Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam

Ekonomi

Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam

Komentar