Remahan.com

Jokowi Sentil Cangkul Saja Impor, Siapa yang Presiden?

REMAHAN.com - Presiden Joko Widodo menyentil banyaknya produk impor yang memenuhi e-catalog pengadaan barang dan jasa pemerintah, bahkan termasuk cangkul impor. Presiden seperti dimuat Viva.co.id meminta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk memprioritaskan barang produksi dalam negeri ketimbang barang impor.

Kepala Negara tidak menampik bahwa produk impor memang lebih murah dan memberikan banyak keuntungan kepada para pengusaha. Tetapi produk lokal pengusaha dalam negeri maupun UMKM justru sangat diperlukan untuk menciptakan lapangan kerja.

Jokowi juga mendorong produk lokal masuk e-catalog LKPP, misalnya pengki atau barang lain buatan lokal. Pengadaan barang impor langsung dicoret karena negara masih defisit dan pemerintah yang menanggung utang.

Impor, dia mengingatkan, juga menutup ruang untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Padahal seharusnya pengadaan barang dan jasa di dalam negeri dapat dimanfaatkan untuk membangun industri-industri kecil yang berkaitan, misal cangkul. Rm

162 0

Artikel Terkait

UMKM yang Terdata di Pekanbaru Sebanyak 15.126
UMKM yang Terdata di Pekanbaru Sebanyak 15.126

Ekonomi

UMKM yang Terdata di Pekanbaru Sebanyak 15.126

Realisasi Investasi di Pekanbaru Meningkat 285 persen
Realisasi Investasi di Pekanbaru Meningkat 285 persen

Ekonomi

Realisasi Investasi di Pekanbaru Meningkat 285 persen

Meski Pandemi, GAPKI Optimis Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik
Meski Pandemi, GAPKI Optimis Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik

Ekonomi

Meski Pandemi, GAPKI Optimis Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik

Artikel Lainnya

MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia
MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia

Ekonomi

MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia

Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?
Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?

Ekonomi

Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?

PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional
PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional

Ekonomi

PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional

Komentar