Remahan.com

Kemenkominfo Berdalih Keberadaan Unicorn dalam Usaha Umrah untuk Memperbanyak Jamaah

REMAHAN.com - Salah seorang pelaku usaha travel haji dan umrah, Suharli, mempertanyakan keberadaan dua unicorn yakni Tokopedia dan Traveloka masuk dalam pengembangan umrah digital.

Seperti diketahui, kebijakan ini berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, dengan Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi, Abdullah Alshawa pada Juli lalu.

"Ada pernyataan, Pak Menteri Kominfo akan membuka peluang untuk dua unicorn itu masuk, tentu kami khawatir dengan usaha yang kami jalankan bertahun-tahun ini," tanya Suharli kepada Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Fernandus Setu dalam diskusi bertema "Kemerdekaan Digital" yang diselenggarakan Suropati Syndicate di Taman Suropati, Jakarta, Ahad (18/8).

Fernandus seperti dikabarkan Ihram.co.id tidak menampik isu ini sempat heboh pada Juli lalu. Meski begitu, kata dia, Kementrian Agama (Kemenag) sudah menjelaskan bahwa kedua unicorn itu tidak menjadi penyelenggara umrah, namun tetap sebagai penyelenggara aplikasi.

Baca: UMKM yang Terdata di Pekanbaru Sebanyak 15.126

"Penyelenggara umrah yang bergabung, mereka (unicorn) tetap penyelenggara aplikasi," ujar Fernandus.

Fernandus menyampaikan, kehadiran dua unicorn dalam penyelenggaran umrah dimaksudkan guna meningkatkan jumlah masyarakat Indonesia yang ingin menunaikan ibadah umrah. "Peserta umrah angkanya rata-rata 2 juta orang per tahun, dengan platform digital kita harapkan peserta umrah jauh lebih banyak," kata Fernandus.

Pada 4 Juli lalu, Pemerintah Indonesia yang diwakili Menkominfo Rudiantara dan Pemerintah Arab Saudi yang diwakili Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Abdullah Alswaha menandatangani kesepakatan kerja sama pengembangan ekonomi digital, khususnya berkenaan dengan umrah. Dalam kerja sama yang diteken di Riyadh ini, Indonesia dan Saudi akan mengembangkan program umrah digital sebagai platform digital untuk para calon jamaah umrah.

Pengembangan start up umrah digital menjadi fokus pertama realisasi MoU kolaborasi digital Indonesia-Arab Saudi tersebut. Terkait hal itu, beberapa tahapan mulai dilakukan dua unicorn Indonesia, yaitu Tokopedia dan Traveloka, termasuk penyiapan prototipe-nya. Menkominfo menekankan, program ini tak akan mengganggu bisnis biro perjalanan umrah di Tanah Air yang selama ini sudah berjalan. Rm

107 0

Artikel Terkait

Realisasi Investasi di Pekanbaru Meningkat 285 persen
Realisasi Investasi di Pekanbaru Meningkat 285 persen

Ekonomi

Realisasi Investasi di Pekanbaru Meningkat 285 persen

Meski Pandemi, GAPKI Optimis Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik
Meski Pandemi, GAPKI Optimis Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik

Ekonomi

Meski Pandemi, GAPKI Optimis Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik

MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia
MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia

Ekonomi

MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia

Artikel Lainnya

Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?
Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?

Ekonomi

Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?

PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional
PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional

Ekonomi

PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional

Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR
Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR

Ekonomi

Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR

Komentar