Remahan.com

Masa Transisi, Pertamina Targetkan Mulai Bor Blok Rokan Tahun Depan

REMAHAN.com - PT Pertamina berharap dapat melakukan pengeboran sumur di Blok Rokan, pada tahun depan. Hal tersebut merupakan bagian dari transisi operator, guna mempertahankan kinerja produksi migas di blok subur tersebut.

"Sejauh ini kami punya keinginan yang sama, baik Chevron maupun Pertamina, untuk bisa mengebor tahun depan," kata Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu, dalam gelaran Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Dharmawan mengatakan, pihaknya terus berdiskusi tentang transisi hak pengelolaan Blok Rokan dengan Chevron Indonesia, yang difasilitasi oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Salah satu yang menjadi bahan diskusi adalah skema model alih kelola.

Adapun, sebelumnya, SKK Migas mencatat, sampai saat ini blok Rokan telah menunjukkan tanda-tanda penurunan produksi alami.

Baca: Realisasi Investasi di Pekanbaru Meningkat 285 persen

Deputi Operasi SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman seperti dikabarkan CNBCIndonesia mengungkapkan, kontraktor eksisting biasanya tidak akan berinvestasi secara jor-joran menjelang kontraknya berakhir.

Padahal, lanjutnya, untuk menekan penurunan produksi diperlukan investasi yang jumlahnya tidak sedikit. Karena itu peran Pertamina sebagai kontraktor selanjutnya di sana sangat penting.

"Ini kan udah mau selesai, jadi kontraktor lama tidak akan mau investasi banyak, ini tugas kontraktor baru. Makanya itu kita kejar bagaimana transisi ini harus berjalan," ujar Fatar, di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Baca: Meski Pandemi, GAPKI Optimis Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik

Dalam data SKK Migas, realisasi lifting minyak blok Rokan di semester I tahun ini sebesar 190,6 ribu barel per hari. Capaian itu diperkirakan akan terus mengalami penurunan. Padahal menurut Fatar Yani seharusnya Chevron bisa menggenjot produksi bahkan sampai 400 ribu bph melalui metode Enhance Oil Recovery (EOR).

"Kemampuan Rokan 400 ribu bph kalau dilaksanakan EOR," ujarnya.

Menurut Fatar, Chevron enggan melanjutkan EOR yang sudah diuji coba lantaran harga minyak anjlok beberapa tahun lalu. Kalaupun dimulai sekarang, kontraknya akan segera habis pada 2021 mendatang, maka dari itu EOR tidak dilakukan.

"Dulu harga chemical dekat harga minyak. Sekarang sudah lebih kompetitif, setelah Pertamina ambil alih mudah-mudahan harga minyak tidak anjlok nanti," kata Fatar Yani.

Baca: MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia

Untuk itu, pihaknya terus mendorong dan menargetkan agar PT Pertamina (Persero) bisa mulai masuk berinvestasi dengan melakukan pengeboran di blok Rokan, paling lambat pada awal tahun depan.

"Transisi Pertamina dipaksakan secepat mungkin," imbuhnya.

Fatar menjelaskan, sampai sekarang pembahasan tentang transisi masih berlangsung antara PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan Pertamina. Dia menjelaskan ada beberapa model bisnis yang kini sedang dibahas kedua pihak. Sayang ia tidak membeberkan model apa saja yang jadi opsi investasi di blok Rokan nanti.

"Kami ada beberapa bisnis model yang kami lakukan. Belum diputuskan model bisnisnya. Jadi, harapan kami akhir tahun atau awal tahun depan dia (Pertamina) bisa ngebor," ujar Fatar. Rm

150 0

Artikel Terkait

Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?
Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?

Ekonomi

Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?

PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional
PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional

Ekonomi

PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional

Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR
Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR

Ekonomi

Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR

Artikel Lainnya

Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam
Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam

Ekonomi

Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam

Pandi Optimis Penggunaan Domain .Id Tertinggi di Asia Tenggara
Pandi Optimis Penggunaan Domain .Id Tertinggi di Asia Tenggara

Ekonomi

Pandi Optimis Penggunaan Domain .Id Tertinggi di Asia Tenggara

Tips Jack Ma Untuk Pengusaha Muda
Tips Jack Ma Untuk Pengusaha Muda

Ekonomi

Tips Jack Ma Untuk Pengusaha Muda

Komentar