Remahan.com

Pemerintah Akui Sulitnya Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

REMAHAN.com - Hasil dari riset yang dilakukan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia belum meningkat walaupun terjadi peningkatan belanja di kementerian dan lembaga (K/L).

"Jadi artinya selama ini belanja yang dilakukan belum tepat sasaran," kata Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat menyampaikan materi seminar dengan tema 'Kualitas Belanja Negara dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi dan Mengurangi Ketimpangan' digedung Bappenas, Senin (12/8).

Papar dia, hasil riset Bappenas menyatakan bahwa setiap peningkatan belanja kementerian sebanyak 1 persen memiliki andil 0,06 persen peningkatan pertumbuhan ekonomi.

"Jadi bila peningkatannya 11 persen, maka andil ke pertumbuhan ekonomi menjadi 0,66 persen, tetapi yang terjadi di lapangan berbeda jauh dengan penelitian Bappenas, "ujarnya.

Baca: Realisasi Investasi di Pekanbaru Meningkat 285 persen

"Tidak mudah untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi. Naik satu persen saja sudah setengah mati," terang Bambang.

Berdasarkan data Bappenas, terang Bambang seperti dikabarkan Rmol.id, realisasi belanja negara sebetulnya terus mengalami kenaikan. Dari hanya Rp1.294 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp 2.269 triliun pada tahun 2018.

Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi selama ini justru menampilkan bentuk berbeda.

"Dari 6,16 persen pada tahun 2011, angka itu turun menjadi 4,79 persen di tahun 2015 meski kembali naik menjadi 5,17 persen di tahun 2018," jelasnya.

Baca: Meski Pandemi, GAPKI Optimis Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik

Bambang menambahkan, pemerintah sedang menacri terobosan untuk meningkatkan kualitas belanja negara.

"Perlu juga pendalaman mengenai efektifitas alokasi belanja K/L terhadap capaian pembangunan sektor outcome,"pungkas Bambang. Rm

322 0

Artikel Terkait

MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia
MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia

Ekonomi

MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia

Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?
Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?

Ekonomi

Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?

PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional
PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional

Ekonomi

PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional

Artikel Lainnya

Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR
Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR

Ekonomi

Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR

Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam
Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam

Ekonomi

Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam

Pandi Optimis Penggunaan Domain .Id Tertinggi di Asia Tenggara
Pandi Optimis Penggunaan Domain .Id Tertinggi di Asia Tenggara

Ekonomi

Pandi Optimis Penggunaan Domain .Id Tertinggi di Asia Tenggara

Komentar