Remahan.com

Praktik Kartel, KPPU Yamaha dan Honda Digugat

REMAHAN.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU, digugat oleh dua warga pengguna sepeda motor jenis skuter matik. Gugatan itu didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan nomor 526/Pdt.G/2019/PN Jkt.Pst.

Berdasarkan pemberitaan VIVA.co.id, gugatan dilayangkan karena keduanya merasa dirugikan dengan adanya praktik kartel yang dilakukan oleh dua produsen sepeda motor ternama di Indonesia.

Berdasarkan Putusan KPPU nomor 04/KPPU-I/2016, yang dikuatkan oleh Putusan PN Jakarta Utara nomor 163/Pdt.G/KPPU/2017/PN.Jkt.Utr dan dikuatkan lagi oleh Putusan Kasasi Mahkamah Agung nomor 217K/Pdt.Sus-KPPU/2019, dua pabrikan motor itu dinyatakan bersalah dan harus membayar denda.

Pabrikan Honda dan Yamaha diwajibkan membayar denda, yang nilainya sebesar Rp25 miliar untuk Yamaha dan Rp22,5 miliar untuk Honda. Seluruh denda itu akan disetorkan ke kas negara.

Baca: Realisasi Investasi di Pekanbaru Meningkat 285 persen

Namun, hal itu rupanya dianggap tidak adil oleh pengguna motor skuter matik. Mereka merasa dirugikan dengan adanya praktik kartel, dan memutuskan untuk menggugat ketiga pihak tersebut.

“KPPU dijadikan sebagai pihak tergugat ketiga. Ini baru pertama kali kami masuk sebagai pihak tergugat. Namun, sebagai lembaga negara, kami kooperatif,” ujar Juru Bicara dan Anggota Komisioner KPPU, Guntur Saragih di Jakarta, Senin 11 November 2019.

Menurut Guntur, saat ini statusnya baru pemanggilan pihak terkait. Ia belum bisa mengatakan, apa langkah yang akan dilakukan KPPU ke depannya. “Masih permulaan,” tuturnya. Rm

122 0

Artikel Terkait

Meski Pandemi, GAPKI Optimis Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik
Meski Pandemi, GAPKI Optimis Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik

Ekonomi

Meski Pandemi, GAPKI Optimis Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik

MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia
MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia

Ekonomi

MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia

Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?
Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?

Ekonomi

Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?

Artikel Lainnya

PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional
PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional

Ekonomi

PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional

Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR
Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR

Ekonomi

Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR

Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam
Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam

Ekonomi

Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam

Komentar