Remahan.com

Puluhan Pabrik Hengkang dari Banten, Benarkah Karena Masalah Upah?

REMAHAN.com - Industri-industri padat karya khususnya 25 pabrik sepatu di Banten memilih relokasi ke Jawa Tengah. Hal ini memicu bertambahnya jumlah pengangguran di Banten. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, angkat bicara mengenai hal ini.

"Makanya mengantisipasi itu di antaranya adalah kartu prakerja," kata Ida ketika ditemui di komplek Istana Kepresidenan, Selasa (12/11/2019).

Ida seperti dimuat CNBCIndonesia.com menjelaskan, kartu prakerja tidak hanya ditujukan bagi para pencari kerja. Tetapi juga mereka yang berpengalaman kerja dan membutuhkan upskilling atau reskilling.

"Atau para pekerja yang kemungkinan terjadi PHK. Jadi mereka kemudian mendapatkan pelatihan," urainya.

Baca: Realisasi Investasi di Pekanbaru Meningkat 285 persen

Ia menilai, tutupnya banyak pabrik di Banten memang karena adanya kesenjangan upah. Pemilik pabrik lebih memilih wilayah provinsi dengan upah rendah ketimbang Banten yang tergolong masih tinggi.

"Memang masih ada kesenjangan upah kan. Banyak itu karena mereka kemudian mengalihkan ke Jawa Tengah."

Tujuh tahun lalu, Banten jadi primadona investasi asing dan dalam negeri. Namun, kini perlahan pamornya mulai pudar, setidaknya untuk industri padat karya yang banyak menyerap tenaga kerja.

Sektor industri alas kaki atau sepatu memilih angkat kaki dari Banten karena persoalan upah yang tinggi. Padahal sektor ini satu pabrik bisa menyerap puluhan ribu tenaga kerja.

Baca: Meski Pandemi, GAPKI Optimis Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik

"Kita relokasi dari Tangerang (Banten), relokasi pabrik ke Jateng. UMP di Jateng, masih cukup bagus," kata Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia Eddy Widjanarko beberapa waktu lalu.

Aprisindo mencatat hingga Juni 2019 sebanyak 25 pabrik alas kaki hengkang dari Banten termasuk dari Tangerang, hijrah ke Jawa Tengah.

Upah di Banten dengan UMP hanya Rp 2,2 juta pada 2019, tapi UMK di beberapa kabupatennya seperti Kota Cilegon sampai Rp 3,9 juta, Tangerang Rp 3,8 juta. Upah sektoral industri alas kaki di Tangerang mencapai Rp 4,2 juta. Rm

144 0

Artikel Terkait

MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia
MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia

Ekonomi

MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia

Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?
Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?

Ekonomi

Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?

PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional
PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional

Ekonomi

PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional

Artikel Lainnya

Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR
Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR

Ekonomi

Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR

Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam
Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam

Ekonomi

Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam

Pandi Optimis Penggunaan Domain .Id Tertinggi di Asia Tenggara
Pandi Optimis Penggunaan Domain .Id Tertinggi di Asia Tenggara

Ekonomi

Pandi Optimis Penggunaan Domain .Id Tertinggi di Asia Tenggara

Komentar