Remahan.com

RI Impor 'Emas Putih' Sampai Rp 7 Triliun

REMAHAN.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat RI telah melakukan impor susu sebesar US$ 521,56 juta atau sebanyak 214,56 ribu ton atau 214,56 juta kilogram (kg) sepanjang Januari-Oktober 2019. Nilai impor itu setara lebih dari Rp 7 triliun lebih.

Mengutip data BPS, nilai impor Januari-Oktober 2019 naik 22,49% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 yang sebesar US$ 404,26 juta atau sebanyak 180,03 ribu ton.

Adapun pada Oktober 2019, nilai impor susu mencapai US$ 60,28 juta, naik 20% dibandingkan dengan nilai September 2019 yang mencapai US$ 47,73 juta. Begitu juga, jika dibandingkan dengan Oktober 2018, impor susu naik 20,55% atau sebesar US$ 47,89 juta.

Secara rinci, impor terbesar susu pada Oktober 2019 berasal dari Selandia Baru sebesar US$ 18,61 juta atau naik 32,99% dibandingkan dengan September 2019 yang sebesar US$ 12,47 juta.

Baca: UMKM yang Terdata di Pekanbaru Sebanyak 15.126

Disusul impor susu terbesar kedua berasal dari Amerika Serikat yang sebesar US$ 18,38 juta, naik 47,99% dibandingkan dengan bulan lalu yang sebesar US$ 9,56 juta.

Negara impor susu pada Oktober 2019 terbesar ketiga ditempati oleh Australia yang nilai impornya mencapai US$ 6,99 juta atau naik 57,94% dari bulan sebelumnya yang sebesar US$ 2,94 juta.

Kepala BPS Suhariyanto seperti dimuat CNBCIndonesia.com mengatakan, bahwa impor barang konsumsi pada neraca perdagangan RI bulan Oktober 2019 mencapai US$ 1,44 miliar atau naik 2,02% jika dibandingkan bulan September 2019.

Menariknya, golongan barang barang ampas atau sisa makanan, merupakan salah satu barang yang mempunyai nilai impor tertinggi, atau mencapai US$ 257,5 juta pada Oktober 2019.

Baca: Realisasi Investasi di Pekanbaru Meningkat 285 persen

"Kalau dilihat disana, ada barang konsumsi yang meningkat. Kita impor kakao, apel, obat-obatan, anggur. Demikian juga beberapa barang konsumsi lainnya yang mengalami kenaikan," jelas Suhariyanto di kantornya.

Ketua Dewan Persusuan Nasional Teguh Budiana mengatakan susu seharusnya jadi produk strategis terkait pembentukan sumber daya manusia. Ia menyebutnya susu sebagai 'emas putih'.

"Kenapa impor susu terus meningkat, karena kebutuhan terus meningkat tapi produksi dalam negeri tak bertambah," kata Teguh kepada CNBC Indonesia. Rm

144 0

Artikel Terkait

Meski Pandemi, GAPKI Optimis Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik
Meski Pandemi, GAPKI Optimis Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik

Ekonomi

Meski Pandemi, GAPKI Optimis Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik

MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia
MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia

Ekonomi

MbS akan Jadi Pemilik Klub Terkaya di Dunia

Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?
Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?

Ekonomi

Benarkah Ruangguru Perusahaan Asing dari Singapura?

Artikel Lainnya

PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional
PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional

Ekonomi

PHRI Sebut Ratusan Hotel Tutup Operasional

Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR
Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR

Ekonomi

Pelaku Usaha Diingatkan Tetap Bayarkan THR

Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam
Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam

Ekonomi

Samsung Dirikan Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam

Komentar